Hal Surat atau Perihal Surat

3.2.5 Hal Surat

Hal surat disebut pula perihal surat atau pokok surat. Maka kata hal sama dengan makna kata perihal, yaitu ‘perkara’, ‘soal’, ‘urusan’, ‘peristiwa’, dan ‘tentang hal’. Yang dikemukaan pada hal surat adalah isi pokok surat yang diterbitkan. Agar penyusun surat dapat menyusun pernyataan dengan singkat, diperlukan pelatihan. Hal itu dapat dilakukan dalam bekerja setiap harinya. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penulisan hal surat ialah sebagai berikut.

  1. Huruf awal kata hal atau perihal ditulis dengan huruf kapital.
  2. Satuan yang digunakan untuk menyatakan hal surat diusahakan singkat, tetapi jelas.
  3. Satuan yang digunakan berkategori nomina/nominal.
  4. Panjang satuan jangan sampai melebihi separoh kertas.
  5. Huruf awal kata awal satuan itu ditulis dengan huruf kapital.
  6. Kata hal diikuti tada titik dua tanpa disela spasi.
  7. Penulisan tanda titik dua (:) dengan bentuk yang mengikutinya disela spasi.
  8. Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik dan barisnya tidak bergaris bawah.
  9. Spasinya jangan di jarang-jarangkan.

Contoh-contonya tersaji di bawah ini!

36) Hal: Permohonan tenaga kerja

37) Hal: Pengiriman rak buku

38) Hal: Penataran kebahasan

Bentuk permohonan bantuan tenaga pada contoh (36), bentuk pengiriman rak buku pada contoh (37), dan bentuk penataran kebahasaan pada contoh (38) merupakan satuan yang sudah berkategori nominal. Bentuk-bentuk itu mejadi tidak benar jika di ubah menjadi memohon bantuan tenga, mengirimkan rak buku, menatar kebahasaan.

Sampai saat ini masih dapat ditemukan penulisan hal surat yang belum benar. Contoh-contohnya seperti berikut.

39) *Hal: Permohonan Izin Mengajar

40) *Hal: Memohon Izin Menggunakan Auditorium

41) *Hal: Melangkan Barang

Nomor surat, lampiran, dan hal atau perihal surat biasanya disajikan pada baris yang berurutan secara vertikal dan penulisan bagian-bagian itu diikuti tanda titik dua (:). Agar pewajahan surat tetap indah dan menarik, penulisan tanda titik dua (:) dapat dilakkan secara lurus vertikal. Karena panjang kata-kata nomor, lampiran, dan hal tidak sama, tanda titik dua(:) mengikuti kata yang terpajang, dalam hal ini kata lampiran, dijadikan patokan penulisannya. Artinya, tanda titik dua itu dituliskan secara lurus vertikal setelah penulisan kata lampiran. Contoh-contohnya seperti berikut.

42)

Nomor                 : 056/F/1997

Lampiran            : Satu bendel

Hal                         : Pengusulan calon pegawai

43)

Nomor                 : 577/I.CC/1986

Lampiran            : Empat bendel

Hal                         : Pengusulan kenaikan tingkat

44)

Nomor                 : 076/BB/1995

Lampiran            : Satu berkas

Hal                         : Panggilan kerja

Sebagai perbandingan kerapian dan keeindaahnya, di bawah ini conoh (42), (43), dan (44) disakikan lagi, tetapi penulisan tanda titik dua (:) tidak secara lurus vertikal.

45)

Nomor : 056/F/1997

Lampiran: Satu bendel

Hal         : Pengusulan calon pegawai

46)

Nomor : 577/I.CC/1986

Lampiran: Empat bendel

Hal: Pengusulan kenaikan tingkat

47)

Nomor : 076/BB/1995

Lampiran: Satu berkas

Hal: Panggilan kerja

One thought on “Hal Surat atau Perihal Surat

  1. Ping balik: Pengertian Surat Dinas dan Bagian-bagiannya | tas@dmin blog

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s