Tips Menghadapi Arkeditasi Sekolah

Akreditasi sekolah, saatnya lembur…🙂

dari hasil pencarian google denagan kata tips akreditasi sekolah saya menemukan artikel berikut, mungkin bermanffaat bagi sekolah yang akan menghadapi akreditasi sekolah.

=====>
), maka mari kita mencoba menyederhanakan semuanya menjadi lebih simpel tanpa mengurangi makna dan tujuan akreditasi baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi. Akreditasi yang dilakukan oleh BAN (BadanAkreditasi Nasional) merupakan suatu evaluasi secara keseluruhan dari suatu lembagapendidikan dalam pelaksanaan dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. BAN akan memotret secara lebih mendetail terhadap suatu lembaga pendidikan dan hal ini yang membuat sekolah merasa perlu juga untuk memberikan suatu pemandangan indah terhadap hasil akhir photografi BAN. Tetapi bukan berarti mengadakan sesuatu yang tidak ada, biarlah pemandanganitu apa adanya sehingga naturalisme sekolah tampak dan terintegrasi dalam keseharian. BAN akan mencoba memotret sekolah dari sisi fisik (
baca; bukti fisik penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan
), hal ini jelas menggambarkan secara keseluruhan bagaimana lembaga pendidikan tersebut melaksanakan penyelenggaraandan pelayanan pendidikan selama 5 tahun terakhir.
Walaupun ada beberapa kelemahan dan terkesan memaksakan keadaan dilapangan dalam pelaksanaan akreditasi yang dilakukan oleh BAN tetapi bukan berarti sekolah harus meng-eksplore hal tersebut. Menjadikan instrumen akreditasi dari BAN sebagai suatu pola penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang idealitu lebih penting daripada kita harus mengeksploitasi kesalahan yang dilakukan oleh BAN sebagai lembaga yang menyelenggarakan akreditasi.
Sekolah sebagai ujung tombak pelaksanaan dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat haruslah bertindak ideal sesuai dengan visi dan misi sekolah itu sendiri, tindakan ideal ini membuat sekolah akan merasa siap dengan apapun yang akan dilakukan oleh pemerintah, baikberupa akreditasi, evaluasi atau apapun namanya. Hasil akhir dari akreditasi merupakangambaran secara umum potret sekolah dilihat dari sisi pemerintah maupun dari sisi masyarakat.
Dengan hal diatas maka pihak lembaga pendidikan sangatlah perlu untuk mempersiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi akreditasi karena sangat tidak mungkin hanya dalam waktu 2-3 hari BAN akanmemotret sekolah secara menyeluruh jika pihak sekolah tidak mampu bekerja sama dengan BAN.

Berikut beberapa

tips dalam menghadapi akreditasi

:
1. Recording Process (Proses Perekaman)
Dalam proses ini, sekolah dengan hati-hati merekam seluruh instrumen akreditasi kepada para penyelenggara pendidikan disekolah tersebut mulai dari guru, tata usaha, dunia usaha dunia industri (DUDI) dan pihak lain yang terkait terhadap penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan di sekolahtersebut. Proses ini bisa dalam berbagai bentuk, bisa berupa IHT (In House Training), rapat terbuka atau kegiatan lain yang lebih fleksibel dan mampu memberikan kesempatan para penyelenggara pendidikan memahami secara utuh. Proses ini memang memakan waktu yang cukup lumayan tergantung keseharian penyelenggaraan pendidikan disekolah tersebut, jika idealisme penyelenggaraan pendidikan sudah merupakan kebiasaan maka proses ini sangat cepat untuk dilaksanakan. Tetapi jika sekolah tersebut kurang atau bahkan tidak melaksanakan idealisme penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan, hal ini akan menjadi hal yang sangat sulit.
2. Mixing Process (Proses Penataan)
Inilah proses yang gampang-gampang rumit, sulit dan menguras resource (baca; pikiran, tenaga dan finansial). Proses mixing adalah proses penataan ulang agar dihasilkan suatu penyelenggaraan pendidikan yang ideal, balance (berimbang) dan mengenai sasaran pelayanan pendidikan kepada masyarakat sesuai dengan instrumen-instrumen akreditasi. Inovasi-inovasi berperan disini, baik inovasi yang dilakukan oleh peroranganmaupun inovasi yang dilakukan oleh sekolah secara menyeluruhdalam penataan ulang instrumen akreditasi. Jika hal iniberjalan, maka secara otomatispula hal-hal yang diperlukan pada saat akreditasi akan terpenuhi tanpa perlu waktu lama. Hal ini tidak hanya harus dilaksanakan oleh sekolah semata tetapi harus bahkan wajib dilaksanakan oleh seluruh komponen penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan sebagai suatu sistem yang ideal.
Pemahaman ulang mengenai struktur organigram, job description (pembagian tugas), tugas dan tanggung jawab, standar pelayanan minimal, administrasi dan lain-lain mutlakharus dilaksanakan. Hal ini untuk lebih menegaskan dan mengurangi kesalahan (human error) pelaksanaan, pelayanan, dan pertanggungjawaban dalamakreditasi. Bukan hal yang aneh(bahkan hampir biasa) ketika seorang penyelenggara pendidikan tidak mampu menunjukan apa dan bagaimanamereka melaksanakan pendidikan disekolahnya.
Dalam proses ini pula sekolah perlu menata ulang instrumen akreditasi menjadi instrumen yang sederhana menurut versi sekolah masing-masing agar mudah dicerna atau mudah diimplementasikan, tetapi bukanberarti menghilangkan instrumen yang sudah dipersiapkan oleh BAN. Instrumen yang disiapkan oleh BAN adalah instumen umum dan ideal yang sangat jelas terdapat 2,3 atau lebih instrumen berbeda yang bisa saja di tunjukan dengan satu bukti.
3. Mastering Process (Proses Pengkajian)
Setelah melewati dua proses diatas, seharusnya segala hal yang berhubungan dengan instrumen akreditasi sudah tersedia atau bahkan lebih baikdari 185 instrumen yang ada. Tetapi akan menjadi tidak indahseandainya kita tidak menata ulang apa-apa yang diperlukan untuk memenuhi instrumen akreditasi tersebut. BAN akan memotret keadaan sekolah, maka kita harus menata secarakeseluruhan intrumen yang adamenjadi suatu pemandangan yang indah untuk dipotret. Hal ini bisa berupa dengan menitik beratkan kebutuhan yang 185 instrumen akreditasi, atau dengan menyediakan hal-hal yang terlupakan untuk disiapkan. Sekolah bisa memberikan tanda-tanda khusus yang terkait dengan instrumen akreditasi

tulisan diambil dari http://dedehendriono.blogspot.com/2009/06/tips-menghadapi-akreditasi-sekolah.html

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s