Kurikulum Indonesia dan Singapura

Kurikulum di Indonesia dan Kurikulum di Singapura
Kurikulum
Menurut UU No. 20 Tahun 2003, dikatakan bahwa kurikulum adalah separangkat rencana dan pengaturan mengenai sisi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajarmengajar.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedomanpenyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Sebagai salah satu kompenen sistem pendidikan, kurikulum memiliki tiga peran, yaiut peran konservatif, peran kreatif, sertaperan kritis dan evaluatif (Hamalik, 1990).

Dari pengertian tersebut diatas, kita ketahui bahwa setiap penyelenggaraan pendidikan membutuhkan kurikulum sebagai pedoman. Setiap negara di dunia ini pasti melaksanakan kegiatan pendidikan bagi rakyatnya, dapatdipastikan juga setiap negara memiliki kurikulum tersendiri dalam mengatur penyelenggaraanpendidikan rakyatnya. Seperti halnya kita ketahui di Indonesia menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, bagaimana dengan kurikulum di negara lain?

Kurikulum di Indonesia
Kurikulum yang digunakan di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia . KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan . Penyusunan KTSP oleh sekolah mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, sertaPanduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatankurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.

Standar isi (SI) adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhipeserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:
· kerangka dasar dan strukturkurikulum,
· beban belajar ,
· kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan ditingkat satuan pendidikan, dan
· kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuanlulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana danprasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.

Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatanpeserta didik untuk :
– belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
– belajar untuk memahami dan menghayati,
– belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
– belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain,
– belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Karakteristik KTSP
· Dilihat dari desainnya KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu.
· KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembangann individu.
· KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah.
· KTSP merupakan kurikulum teknologis.

Kurikulum di Singapura
Visi dari DepartemenPendidikan Singapura adalah “ Thinking Schools, Learning Nation”. Jika diartikan dalam secara kasar dalam Bahasa Indonesia berarti berpikir sekolah, belajar nasionalitas. Maksudnya dengan belajar di sekolah diharapkan siswa tumbuhrasa nasionalitasnya terhadap negara.
Sistem pendidikan di Singapura bertujuan untuk mecetak pelajar yang berpendidikan luas. Dengan karakteristik di Singapura yang memiliki banyak budaya dan ras, kebijakan untuk menggunakan bahasa bilingual menjadi salah satu kunci dalam pendidikan di Singapura. Setiap siswa belajar Bahasa Inggris yang menjadi bahasa utama dalam dunia pekerjaan, tetapi mereka juga mempelajari bahasa ibu mereka (Bahasa Cina, Melayu, Tamil) untuk mempertahankan identitasnilai dan budayanya.
Harapan dari hasil pendidikan tersebut menghasilkanpelajar yang baik disegala bidang,moral, intelektual, fisik, sosial dandelapan estetika dari kemampuandan nilai yang utama.
Delapan estetika dari kemampuandan nilai yang utama tersebut adalah:
1. perkembangan karakter
2. manajemen diri sendiri
3. sosial dan kooperatif
4. membaca dan berhitung
5. komunikasi
6. informasi
7. kemampuan berpikir dan kreatif
8. pengetahuan penerapan ilmu.
Untuk mencapai pelajar yang menguasai setiap bidang yang dipelajari, terdapat tiga hal, yaitu: kurikulum, strategi mengajar, penilaian.
Kurikulum termasuk didalamnya tujuan dan objek, isi, kemampuandan kompetensi dibutuhkan untuk pembuatan silabus. Strategi mengajar yang tepat disusun untuk menjadikan kelas yang sesuai dengan silabus. Dan untuk mengevaluasi hasil yang didapat oleh siswa digunakan penilaian secara formatif dan sumatif.
Setiap anak di Singapura mempunyai kesempatan sedikitnya 10 tahun untuk pendidikan dasar. 6 tahun pada pendidikan primer dan 4 tahun pada pendidikan sekunder.
Pada pendidikan primer bertujuan untuk memberikan kemampuan yang baik dalam Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, dan Matematika. Sebagai tambahannya, siswa mempelajari Ilmu Alam, Ilmu Sosial,Kewarganegaran dan Pendidikan Moral, Musik, Seni, Pendidikan Fisik dan Kesehatan. Pada akhir Pendidikan siswa diberikan ujian (The Primary School Leaving Examination – PSLE). Hasil PSLE tersebut digunakan untuk menentukan pendidikan sekunderyang tepat bagi mereka

Pada pendidikan sekunder semua siswa disarankanmengkombinasikan mata pelajaranutama dan mata pelajaran pilihan.Mata pelajaran utama yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, Matematika, Pelajaran Kemanusiaan, dan Ilmu Alam. Mata pelajaran pilihan Pelajaran Kemanusiaan, Ilmu Alam, dna Literatur Bahasa Cina.
Struktur dari kurikulum nasional adalah desentralisasi, dimana sekolah dapat memodifikasi kurikulum tersebut sesuai dengna kebutuhan siswa. Pedagogi yangdipakai guru akan diberikan dasarnya oleh pemerintah sehingga guru dapat mengembangkan dan berbagi dengan guru lainnya dalam suatukomunitas. Penilaian menjadi hal yang wajib dilakukkan dalam memantau standar dan memantau tercapainya tujuan. Untuk menciptakan siswa yang unggul tidak hanya dibutuhkan kurikulum yang baik, juga guru dipersiapkan untuk mendidik siswa dengan kemampuan yang telah dipersiapkan.
Kesimpulan dari semuanya adalah kurikulum dibuat untuk menyambut abad 21 mendatang. Guru harus fokus pada bagaimana mengajar dan meningkatkan pengetahuan dan skill. Penilaian atau ujian akan disesuaikan dan dirancang agar siswa dapat menghadapi masalah yang mungkin akan mereka hadapi di kehidupannya.

Analisis
Jika menganalisis kedua kurikulum diatas, didapatkan satu garis besar darikedua kurikulum tersebut, yaitu sistem kurikulum yang dipakai bersifat desentralisasi. Dimana konsep dasar kurikulum dibuat oleh pemerintah pusat dan konten isi diberikan kebebasan bagi sekolah untuk mengembangkannya sesuai dengan karakteristik budaya, daerah tempat kurikulum tersebut digunakan.
Mengamati tujuan dari hasil keluaran siswa atau lulusan dari hasil kurikulum, pada KTSP yang paling ditonjolkan adalah memunculkan sikap aktif dari siswa sehingga setelah masasekolahnya siswa dapat berpikir aktif dan kreatif. Pada kurikulumSingapura, hal yang diutamakan adalah rasa nasionalitas dan loyalitas siswa pada negara, serta membentuk siswa yang dapat bersaing di era globalisasi. Disini terlihat bahwa garis besar dari tujuan dari kedua kurikulum tersebut adalah menciptakan manusia yang dapat bertahan hidup dan bersaing di masa yangakan datang secara kompeten

DAFTAR PUSTAKA
*. Sanjaya, Budi. KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (what`s Up..?!?). Tersedia di : http://guruw.wordpress.com/2007/04/30/ktsp-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-whats-up/ [online]. Tanggal diakses 28 Desember 2011.
*. Sanjaya,Wina. 2009. KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN, Teori dan Praktik Pemngembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: KENCANA
*. NN. Basic Education Curriculum Revisited: A Look at the Current Content and Reform. Tersedia di : http://www.vnseameo.org/downloads/malay/Singapore.doc%5Bonline%5D. Tanggal diakses 27 Desember 2011
*. NN. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Tersedia di : http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Tingkat_Satuan_Pendidikan%5Bonline%5D. Tanggal diakses 28 Desember 2011.

Dan tulisan ini diambil dari http://gafagum.blogspot.com/2012/01/kurikulum-di-indonesia-dan-kurikulum-di.html

di tunggu komentnya,..

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s