Kwitansi dan Nota

Kwitansi adalah selembar surat bukti yang menyatakan bahwa telah terjadi penyerahan sejumlah uang dari yang disebut sebagai pemberi atau yang menyerahkan uang kepada yang disebut sebagai penerima dan yang harus menandatangani telah menerima penyerahan uangitu sebesar yang disebutkan dalam surat itu, lengkap dengan tanggal penyerahan,tempat sertaalasan penyerahan uang itu. Untuk memperkuat tanda bukti tersebut ditempel kan meterai sebesar yang ditentukan oleh undang-undang per pajakan.
Surat bukti itu berupa blangko yang memenuhi persyaratan dan diisi atas persetujuan kedua belah pihak, namun tak dibutuhkan saksi.
Untuk memperkuat dan merinci maksud penyerahan biasanya disertakan surat perjanjian transaksi, yang sering kali memerlukan saksi atau dilakukan di depan petugas yang berwenang (misalnya notaris).
a. Agar tak dirugikan janganlah menanda tangani blangko kwitansi kosong,
b. Di belakang tulisan jumlah uangharus diberikan tanda akhir yangtak dapat dituliskan sesuatu lagi.
c.Tempat dan tanggal penanda tanganan harus dicantumkan didekat tanda tangan si penerima uang dan tuliskan namalengkap si penerima uang.
d. Tanda tangan harus melintasi/menerjang meterai.
e. Harus dibedakan antara nota jual beli dengan kuitansi.
Nota jual beli tak memiliki kekuatan hukum, kuitansi memiliki kekuatanhukum apalagi jika disertaii suratperjanjian yang dilakukan didepannotaris.
di tulis oleh Rudi Hartono

courtesy http://seonggokilmu.blogspot.com/2010/05/apa-itu-kwitansi.html

2 thoughts on “Kwitansi dan Nota

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s