Makalah Tenaga Administrasi Sekolah 1

Selamat malam.
Artikel ini saya copy paste dari http://mukhliscaniago.wordpress.com/

dan berikut adalah artikel tersebut.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Administrasi Pendidikan sangat diperlukan bagi kelangsungan proses belajarmengajar dalam dunia pendidikan. Semua itu tidak lepas dari keaktifan orang-orang yang menguasai administrasi dalam sekolah. Orang sering menganggap enteng administrasi tersebut, padahal kalau administrasi dipegang oleh orang-orang yang kurang terampil maka administrasi tersebut akan berantakan. Orang yang memegang administraasi adalah orang yang sudah terlatih dalam bidangnya (orang yang sudah mendapat ilmu/ pelatihan). Administrasi tidakhanya dilakukan dalam waktu tertentu saja tetapi setiap hari secara kontinu.
1
Untuk menjawab tantangan ini didirikan jurusan Administrasi Pendidikan program studi manajemen pendidikan, yang mana lulusan dari jurusan ini diharapkan bisa menjadi pengelola pendidikan, di sekolah atau di dinas pendidikan. Namun fakta dilapangan berkata lain masyarakat merasa sangat asing dengan jurusan ini, seolah-olah ini adalah jurusan baru padahal administrasi pendidikan sudah ada sejak UNP masih bernama IKIP Padang. Bahkan yang sangat lucu adalah mahasiswa jurusan Administrasi Pendidikan bingung dengan dirinya sendiri dan bahkan yang lebih memilukan adalah mereka malu untuk jujur jika ditanya apa jurusan mereka.
Tiga tahun silam sewaktu memilih jurusan saat mengikuti SPMB dan menjatuhkan pilihan pada jurusan Admnistrasi Pendidikan, yang terbayangkan adalah akan bekerja sebagai pengelola pendidikan di dinas pendidikan atau sekolah. Namun setelah mengikuti perkuliahan di jurusan Administrasi Pendidikan kesimpang siuran itu mulai menghampiri. Ini terlihat dengan fenomena-fenomenatidak adanya suatu kompetensi ilmu yang harus benar-benar dikuasai, semua terasa mengambang, mata kuliah yang satu dengan mata kuliah yang lain terasa tidak singkron. Banyak mahasiswa yang bingung dengan jurusan ini, dampak terburuknya ada mahasiswa yang memutuskan untuk pindah jurusan.
Semua kenyataan diatas terjadi karena belum adanya kepastian prospek kerja untuk lulusan jurusan administrasi pendidikan, olehkarena itulah kami tertarik untuk membahasa permasalahan jurusan administrasi pendidikan dalam makalah ini dengan judul “ Prospek Kerja Lulusan Jurusan Administrasi Pendidikan”.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalahuntuk :
1. Memberikan gambaran tentang kompetensi lulusan jurusan administrasipendidikan,
2. Agar pemerintah mengetahui tentang pentingnyamenempatkan tenaga administrasiyang professional, baik disekolah ataudi lembaga yang mengelola pendidikan misalnyadinas pendidikan.
C. Kegunaan Penulisan
Adapun kegunaan dari penulisan makalah ini adalahuntuk menjembatani para mahasiswa yang mulai pesimis dengan jurusan dalam menyampaikan kegundahan hatinya kepadapara pemimpin jurusan, dekanat dan rektor UNP. Tidak ada seditpun dari penulisan makalah ini ingin menjatuhkan salah satu pihak, namun sebaliknya tulisan ini berangkat dari keinginan mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan untuk mengubah image ditengah masyarakat.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Adminisrasi Pendidikan
Administrasi pendidikan seringkali diartikan secara sempit sebagai semata-matakegiatan ketatausahaan seperti menyelenggarakan surat menyurat, mengatur dan mencatat penerimaan, penyimpanan, mendokumentasikan kegiatan, mempersiapkan laporan dan sebagainya. Pengertian demikian tidak salah, karena setiap kegiatan administrasi selalu memerlukan kegiatan itu. Hanya saja yang perlu diingat bahwa kegiatan administrasi tidak hanya kegiatan mencatat dalam pegertian tata usaha, tetapi administrasi lebih luasdari itu yang mengandung arti institusional, fungsional, dan sebagai proses untuk mencapai tujuan pendidikan.
Hadari Nawawi dalam Sagala( 2008:38) mengatakan “ Administrasi pendidikan adalah serangkaian kegiatanatau kesuluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalamlingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal”.
4
Ngalim Purwanto dalam Sagala (2008:39) menjelaskan “Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yangtersedia, baik personil, materil, maupun srituil untukmencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.”
Jadi dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan mempunyai arti yang sangat luas, tidak hanya sebatas kegiatan tata usaha disekolah yang hanya bergelut dengan surat menyurat tapi sebaliknya administrasi pendidikan adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu atau potensi dalam suatu aktivitas kelembagaan, baik personal,spiritual dan material, yang bersangkutan denga pencapaian tujuan pendidikan.
Sedangkan yang membedakan administrasi pndidikan dengan administrasi lainnya adalah terletak pada prinsip-prinsipoperasionalnya, dan bukan pada prinsip-prinsip operasional. Meskipun untukmemahami administrasi pendidikan diperlukan pemahaman atau penguasaan, berarti bahwa pengetahuan administrasi lain dapat diterapkan didalam administrasi pendidikan karena prinsip operasionalnya berbeda.
1. B. Fungsi – Fungsi Administrasi Pendidikan
Berikut akan diuraikan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang juga dapat implementasikan dalam kegiatan pendidikan yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan dalam konteks kegiatan lembaga pendidikan.
1. Fungsi Perencanaan( Planing)
Setiap program ataupun konsepsi memerlukan perencanaan terlebih dahulusebelum dilaksanakan. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Tanpa perencanaan atau planing pelaksanaan suatu kegiatanakan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yangdiinginkan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi berlangsung.
1. Fungsi pengorganisasian
Diartikan sebagai kegiatan membagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama pendidikan. Salahsatu prinsip pengorganisasian adalah terbaginya semua tugas dalam unsure organisasi secara proporsinal, dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagihabis tugas kedalam sub-sub organisasi.
1. Fungsi penggerakan( actuating )
Menurut Terry (1977) berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemaun yang baik, kegiatanini dilakukan oleh pemimpin.
1. Fungsi pengkoordinasian
Yaitu mempersatukan rangkaian aktivitas penyelenggaraan pendidikandan pembelajaran dengan menghubungkan, menyatu padukan dan menyelaraskanorang-orang dan pekarjaannya sehingga semuanya berlangsung secara tertib kea rah tercapainya maksud yang telah ditetapkan.
1. Fungsi pengarahan (directing)
Nawawi ( 1989:36) mengemukakan directing adalah memelihara, menjaga dan memajukan organisasi melalui setiap personal, baiksecara structural amupun fungsional, agar setiap kegiatannya tidak terlepas dari usaha mencapai tujuan.
1. Fungsi pengawasan
Hadari nawawi (1989:43) menegaskan bahwa pegawasan dalam administrasi pendidikan berarti kegiatan mengukur tingkat efektivitas kerja personal dan tingkat efisiensi penggunaan metodedan alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan.
1. Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan
Sagala (2005:19) menjelaskan cakupan administrasi pendidikan tidakhanya sekedar administrasi sekolah atau administrasi pembelajaran. Pandangan demikian adalah pandangan yang sempit. Administrasi pendidikan lebih luas dari itu, meskipun muara semua kebijakannya adalah sekolahatau satuan pendidikan pada semua jenjang dan jenis. Jadi administrasi pendidikan ada pada tataran pengambil kebijakandan pada tataran satuan pendidikan.
Administrasi pendidikan padatataran pemerintah baik pusat maupun daerah berkaitan dengan anggaran pendidikan, standar kurikulum, standar ketenagaan, akreditasi sekolah, dan pelayanan kebutuhan sekolah sebagai pendidikan formal maupun pendidikan non formal yaitu pendidikan luar sekolah serta pendidikan kedinasan. Administrasi pendidikan padasatuan pendidikan berkaitandengan penerapan teori-teori pendidikan dalam pelayanan belajar, teknik-teknik konseling belajar, manajemen sekolah, dan semua kegiatan yang mendukung dan memperlancar aktivitas-aktivitas satuan pendidikan untuk mencapai tujuan.

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s