Standar dan Profesionalisme Tenaga Administrasi Sekolah 2

STANDARISASI DAN PROFESIONALISME PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU : UDIN SYAIFUDIN SA’UD, MA.PhD
STANDAR KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI
TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH/MADRASAH


a. Pengisian Buku Induk peserta didik,
b. Pengisian Buku Klaper,
c. Pengisian Buku Mutasi pesertadidik,
d. Pembuatan Kohort,
e. Pembuatan Daftar peserta didik per kelas,
f. Pembuatan nomor Induk peserta didik,
g. Penyusunan daftar peserta Ujian Nasional,
h. Pencatatan ketidakhadiran siswa,
i. Pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan urusan administrasi kesiswaan.
8. Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum bertugas dan bertanggung jawab untuk:
a. Bekerja sama dengan Wakil Kepala Sekolah dalam:
a.1. pengadministrasian kelengkapan kurikulum,
a.2. berdasarkan input dari guru,memasukkan nilai ke dalam file nilai baik secara manual maupun digital,
a.3. pembuatan daftar peserta Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional.
b. Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan administrasi kurikulum.
c. Landasan empirik
Data keadaan Tenaga Administrasi di Indonesia menurutDirektorat Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan ( PMPTK) Depdiknaspada kurun waktu 2001-2003 menunjukkan rata-rata jumlah Tenaga Administrasi sekolah menurut jenjang Sekolah sbb. :
1. Jumlah Pegawai Administrasi SD Negeri dan Swasta Di Indonesia
No.
Provinsi
Jumlah th
2001-2002
Jumlah th
2002-2003
Jumlah th
2003-2004
1.
DKI Jakarta
897
748
760
2.
Jawa Barat
602
595
701
3.
Banten
192
247
209
4.
Jawa Tengah
260
289
452
5.
DI Yogyakarta
53
52
121
6.
Jawa Timur
2554
2558
2852
7.
Nanggroe Aceh
51
47
63
8.
Sumatera Utara
475
465
607
9.
Sumatera Barat
61
68
65
10.
Riau
220
262
272
11.
Jambi
33
41
49
12.
Sumatera Selatan
175
168
143
13.
Bangka Belitung
38
38
58
14.
Bengkulu
52
55
54
15.
Lampung
95
99
116
16.
Kalimantan Barat
74
81
108
17.
Kalimantan Tengah
9
9
13
18.
Kalimantan Selatan
42
46
63
19.
Kalimantan Timur
201
193
227
20.
Sulawesi Utara
27
27
62
21.
Gorontalo
8
13
38
22.
Sulawesi Tengah
24
20
24
23.
Sulawesi Selatan
312
323
228
24.
Sulawesi Tenggara
9
9
14
25.
Maluku
18
11
46
26.
Maluku Utara
7
7
29
27.
Bali
40
43
47
28.
Nusa Tenggara Barat
11
15
13
29.
Nusa Tenggara Timur
40
39
74
30.
Papua
79
74
179
Indonesia
6.659
6.642
7.687
Dari data yang tersaji maka Sekolah dasar yang ada di Indonesia belum seluruhnya memiliki tenaga administrasi sekolah. Sebagai contoh jumlah SD yang ada di Jawabarat, menjurut data ada 701 orang, padahal jumlah SD yang ada di Jawabarat tidak seperti yang tersaji dalam data. Hal ini mengisyaratkan bahwa masih perlunya pembenahan tenaga administrasi di jenjang pendidikanDasar
2. Jumlah Pegawai Administrasi SMP Negeri dan Swasta Tahun 03/04
No
P r o v i n s i
Tata Usaha
Bendaha
Juru
Ketik
Penjaga
Sekolah
1
DKI Jakarta
812
912
1557
1548
2
Jawa Barat
1641
2105
3360
2861
3
Banten
264
155
422
421
4
Jawa Tengah
1995
2307
5432
5541
5
DI Yogyakarta
260
370
651
736
6
Jawa Timur
1963
1869
4521
4663
7
NA Darussalam
245
282
666
397
8
Sumatera Utara
857
608
1800
645
9
Sumatera Barat
288
281
1027
346
10
R i a u
377
326
540
293
11
J a m b i
142
152
338
134
12
Sumatera Selatan
489
522
1362
630
13
Bangka Belitung
68
67
215
114
14
Bengkulu
99
133
239
99
15
Lampung
96
143
569
448
16
Wilayah Sumatera
2661
2514
6756
3106
17
Kalimantan Barat
353
211
1190
525
18
Kalimantan Tengah
121
104
288
61
19
Kalimantan Selatan
248
187
524
217
20
KalimantanTimur
258
188
400
327
21
Sulawesi Utara
255
183
708
55
22
Gorontalo
52
41
161
27
23
Sulawesi Tengah
115
148
432
94
24
Sulawesi Selatan
487
519
1473
454
25
Sulawesi Tenggara
100
174
539
59
26
Maluku
108
85
614
83
27
Maluku Utara
11
7
31
12
28
B a l i
177
294
1000
425
29
Nusa Tenggara Barat
205
256
747
466
30
Nusa Tenggara Timur
186
269
500
114
31
Papua
162
144
549
113
Data yang tersaji, untuk propinsiJawabarat jumlah tenaga administrasi SMP Negeri dan SMPswasta berjumlah seperti dibawah, artinya tinggal pembinaan dan pengembangan terutama dalam peningkatan kompetensi dan profesionalisasinya.
1641
2105
3360
2861
3. Sebaran Tenaga Administrasi SMA Negeri/Swasta di Indonesia
No
Propinsi
Tata Usaha
Bendaharawan
Juru Ketik
Penjaga sekolah
Jumlah
1
DKI Jakarta
488
489
1426
1402
3805
2
Jawa Barat
664
828
2314
1588
5394
3
Banten
136
166
463
318
1083
4
Jawa Tengah
680
830
2285
2483
6278
5
DI Yogyakarta
172
241
726
717
1856
6
Jawa Timur
769
654
2184
2082
5689
7
Darussalam
160
145
579
220
1104
8
Sumatera Utara
527
294
917
351
2089
9
Sumatera Barat
195
161
596
261
1213
10
R i a u
130
103
475
174
882
11
J a m b i
84
81
286
83
534
12
Sumatera Selatan
266
201
822
334
1623
13
Bangka Belitung
42
33
129
49
253
14
Bengkulu
78
90
169
56
393
15
Lampung
67
59
372
195
693
16
Kalimantan Barat
132
51
254
139
576
17
Kalimantan Tengah
13
6
166
25
210
18
Kalimantan Selatan
96
59
303
93
551
19
Kalimantan Timur
123
78
206
97
504
20
Sulawesi Utara
71
73
383
21
548
21
Gorontalo
15
19
98
8
140
22
Sulawesi Tengah
82
30
153
60
325
23
Sulawesi Selatan
269
264
912
286
1731
24
Sulawesi Tenggara
53
64
248
21
386
25
Maluku
5
21
258
55
339
26
Maluku Utara
4
9
92
15
120
27
B a l i
146
180
747
222
1295
28
Nusa TenggBarat
104
124
450
220
898
29
Nusa TengTimur
84
93
254
66
497
30
Papua
49
52
247
80
428
Jumlah
392
479
2048
658
3577
Indonesia
10590
10517
34980
22784
79297
Dari data tersebut tampak bahwa jumlah Tenaga Administrasi Sekolah belum secara signifikan memperlihatkankekurangan atau kelebihan Tenaga Administrasi dalam satuan pendidikan. Sebagai contoh, sebaran Tenaga Bendaharawan Sekolah di Jawabarat hanya ada 828 orang, setara dengan 828 SMA Negeri padahal jumlah SMA Negeri yang ada di Jawabarat lebih dari itu. Berdasarkan pengalaman, kekurangan TenagaAdministrasi Sekolah yang ada disekolah-sekolah biasanya diisi oleh tenaga Sukarelawan ( Sukwan TU ) yang kadang-kadang tidak berdasarkan kualifikasi yang ada.
Sementara di lapangan juga banyak ditemukan adanya kinerja Tenaga Administrasi Sekolah yang belum diharapkan. Tidak sedikit Tenaga AdministrasiSekolah yang belum mampu menyusun rencana kerjanya, belum mempu melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan pekerjaannya. Malahan ada sebagian Tenaga Administrasi Sekolah merupakan beban tersendiri bagi Satuan Pendidikan karena tidak memahami tugas pokok dan fungsinya.
Begitu juga secara khusus banyak Kepala Tenaga Administrasi Sekolah atau lebih sering disebut Kepala TU/Kaur TU/Kabag TU yang tidak mampu memotivasi, mendorong, menggalang, mengarahkan, membimbing dan mengawasi anakbuah yang menjadi tanggungjawabnya. Kepala TU terbiasa menerima, menelaah dan mengamalkan pentunjuk teknis ( juknis ) berbagai pengelolaan Administrasi Sekolah yang berasal dari Kepala Sekolahatau Dinas Pendidikan setempat.
B. TUJUAN DAN MANFAAT
Disusunnya Naskah ini terutama bertujuan untuk :
Menghasilkan standar kualifikasi dan kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) yang dapat dijadikan pedoman rekrutmen dan seleksi Tenaga Administrasi sekolah pada berbagai jenjang sekolah
2. Menetapkan kompetensi/kemampuan dasar Tenaga Administrasi sekolah sebagai tenaga kependidikan yang berstandar nasional sesuai PP 19 tahun 2005.
3. Menghasilkan standar kualifikasi dan kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) yang dapat dijadikan pedoman dalam pembinaan dan pengembangan profesional Tenaga Administrasi sekolah dan menjadikannya standar kompetensi sebagai acuan dalam sistem perekrutan, penempatan,peningkatan mutu tenaga administrasi sekolah
3. Menghasilkan standar kompetensi yang dapat dijadikandasar dalam menyusun alat uji kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS)
Adapun manfaat yang diharapkan adalah sebagai berikut :
Pemerintah dan Pemerintah daerah :
a. Sebagai acuan dan rekrutmen,seleksi dan penempatan Tenaga Administrasi sekolah pada semua jenjang pendidikan
b. Sebagai acuan dalam pembinaan dan pengembangan kompetensi professional Tenaga Administrasi Sekolah
c. Sebagai alat penentu kinerja tenaga professional Tenaga Administrasi Sekolah
d. Sebagai standar mutu penyelenggaraan pendidikan atau pelatihan tenaga administrasi sekolah
e. Agar tidak terjadi penyimpangan dan kesalahan dalam manafsirkan dan mengimplementasikan kurikulum pelatihan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal
Lembaga Pendidikan dan pengembangan professional Tenaga Administrasi sekolah :
a. Sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum pelatihan dan kegiatan pengembangan professional Tenaga Administrasi Sekolah
b. Sebagai acuan dalam mengembangkan alat uji kompetensi dalam, mendiagnosis kebutuhan pelatihan Tenaga Administrasi Sekolah
c. Sebagai dasar dalam mengembangkan system pendidikan bagi calon tenaga administrasi sekolah, kaitannya dengan penyusunan kurikulum pendidikan bagi profesi Tenaga Administrasi Sekolah
C. RUMUSAN STANDAR KUALIFIKASI DAN STANDAR KOMPETENSENI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS)
STANDAR KUALIFIKASI
TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH/MADRASAH
1. Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB
Kepala tenaga administrasi SD/MI/SDLB adalah pejabat struktural eselon Va, dapat diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki lebih dari 6 rombongan belajar*), dengan kualifikasi sebagai berikut.
a. Berpendidikan minimal lulusan SMK diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran atau sederajat.
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun.
c. Memiliki masa kerja sebagai staf tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 4 tahun.
d. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/a.
e. Memiliki sertifikat uji kompetensi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau pendidikan tinggi yang ditunjuk oleh Pemerintah.
Catatan: *) Sekolah/madrasah yang memiliki maksimal 6 rombongan belajar tidak perlu Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, melainkan Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah.
2. Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTs/SMPLB
Kepala tenaga administrasi SMP/MTs/SMPLB adalah pejabat struktural eselon Va yang berkualifikasi sebagai berikut.
a. Berpendidikan minimal lulusan SMK atau sederajat.
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun.
c. Memiliki pengalaman bekerja sebagai staf tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 tahun.
d. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/a.
e. Memiliki sertifikat uji kompetensi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau pendidikan tinggi yang ditunjuk oleh Pemerintah.
3. Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB
Kepala tenaga administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB adalah pejabat struktural eselon IVb yang berkualifikasi sebagai berikut.
a. Berpendidikan S1 diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran/Administrasi Pendidikan dan sejenisnya dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 tahun atau D III diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran/Administrasi Pendidikan dan sejenisnya dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 8 tahun.
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun.
c. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/a.
d. Memiliki sertifikat uji kompetensi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau pendidikan tinggi yang ditunjuk oleh Pemerintah.
4. Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah untuk SMP/MTs/SMPLB/ SMA/MA/SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal SMK/MAK/ SMA/MA, diutamakan SMK/MAK Jurusan Administrasi Perkantoran.
5. Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian untuk SMP/MTs/SMPLB/SMA/ MA/SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK dan diangkat apabila jumlah pendidik dan tenaga kependidikan minimal 50 orang
6. Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan untuk SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/ SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK Jurusan Akuntansi, atau SMA/MA dan memiliki sertifikat Akuntansi.
7. Pelaksana Urusan Administrasi Sarana Prasarana untuk SMP/MTs/SMPLB/ SMA/MA/SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.
8. Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat untuk SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA atau SMK/MAK diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran.
9. Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan untuk SMP/MTs/ SMPLB/SMA/MA/SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran.
10. Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan untuk SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/ SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar
11. Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/ SMK/ MAK/SMALB
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar
STANDAR KOMPETENSI KEPALA TENAGA ADMINISTRASI EKOLAH/MADRASAH
Seluruh tenaga administrasi sekolah/madrasah harus memiliki kompetensi generik yang mencakup dimensi kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.
A. Dimensi Kompetensi Kepribadian
Kompetensi
Subkompetensi
1. Memiliki integritas dan akhlak mulia
2. Memiliki etos kerja
3. Mengendalikan diri
4. Memiliki rasa percaya diri
5. Memiliki fleksibilitas
6. Memiliki ketelitian
7. Memiliki kedisiplinan
8. Kreatif dan inovatif
9. Memiliki tanggung jawab
1.1 Berperilaku sesuai dengan kode etik
1.2 Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya
1.3 Jujur
1.4 Komit terhadap tugas
2.1 Mengikuti prosedur kerja
2.2 Memastikan hasil kerja yang bermutu
2.3 Bertindak secara tepat
2.4 Fokus pada tugas yang diberikan
2.5 Senantiasa meningkatkan kinerja
2.6 Melakukan evaluasi diri
3.1 Mengendalikan emosi
3.2 Bersikap tenang
3.3 Mengelola stres
3.4 Berpikir positif
4.1 Tampil percaya diri
4.2 Bertanggung jawab
4.3 Belajar dari kesalahan
5.1 Mengupayakan keterbukaan
5.2 Menghargai pendapat orang lain
5.3 Mengambil keputusan partisipatif
6.1 Melakukan persiapan
6.2 Cermat
6.3 Memperhatikan kejelasan tugas
7.1 Mengelola waktu
7.2 Taat aturan
7.3 Taat azas
8.1 Berpikir alternatif
8.2 Kaya ide/gagasan baru
8.3 Memanfaatkan peluang
8.4 Mengikuti perkembangan Ipteks
8.5 Melakukan perubahan
9.1 Melaksanakan tugas sesuai aturan
9.2 Berani mengambil resiko
9.3 Tidak melimpahkan kesalahankepada pihak lain
B. Dimensi Kompetensi Sosial
Kompetensi
Subkompetensi
1. Bekerja sama
dalam Tim
2. Memberikan
Layanan Prima
3. Memiliki
kesadaran
berorganisasi
4. Berkomunikasi
Efektif
5. Membangun
hubungan kerja
1.1 Berpartisipasi dalam kelompok
1.2 Meminta dan menghargai pendapat orang lain
1.3 Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim
2.1 Memberikan kemudahan kepada orang lain
2.2 Menerapkan layanan sesuai standar pelayanan minimal
2.3 Memiliki empati
3.1 Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah
3.2 Mewujudkan iklim dan budayaorganisasi yang kondusif
3.3 Menerima perbedaan antar anggota
3.4 Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi
3.5 Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah
4.1 Menjadi pendengar yang baik
4.2 Memahami pesan orang lain
4.3 Menyampaikan pesan denganjelas
4.4 Memahami bahasa nonverbal
5.1 Melakukan hubungan kerja yang harmonis
5.2 Memposisikan diri sesuai dengan peranannya
5.3 Memelihara hubungan internal dan eksternal
Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah dan PelaksanaUrusan yang memiliki tugas pokok dan fungsi berbeda memiliki dimensi kompetensi spesifik yang meliputi dimensi kompetensi manajerial dan teknis.
A. Dimensi Kompetensi Manajerial untuk Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
Kompetensi
Subkompetensi
1. Melaksanakan kebijakan delapan standar nasional pendidikan
2. Menyusun program dan laporan kerja
3. Mengorganisasikan dan mengkoordinasikan staf
4. Mengarahkan, membimbing, dan mengem bangkan staf
5. Mengambil keputusan
6. Menciptakan iklim kerja kondusif
7. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
8. Mengendalikan staf
9. Mengelola konflik
10. Menyusun Laporan
1.1 Mengadministrasikan dokumen Standar Nasional Pendidikan
1.2 Mengadministrasikan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar:Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan, dan Penilaian Pendidikan
2.1 Menentukan prioritas
2.2 Melakukan penugasan
2.3 Merumuskan tujuan
2.4 Menetapkan sumber daya
2.5 Menentukan strategi penyelesaian pekerjaan
2.6 Menyusun laporan kerja
3.1 Menyusun uraian tugas tenaga kependidikan
3.2 Memberikan pemahaman tupoksi kepada staf
3.3 Menyesuaikan rencana kerja dengan kemampuan
Organisasi
3.4 Menggunakan pendekatan persuasif untuk mengkoordinasikan staf
3.5 Berinisiatif dalam pertemuan
3.6 Meningkatkan keefektifan kerja
3.7 Mengakomodasi ide-ide staf
3.8 Menjabarkan kebijakan organisasi
4.1 Memberi arahan kerja
4.2 Memotivasi staf
4.3 Memberikan semangat kerja
5.1 Mengidentifikasi masalah
5.2 Merumuskan masalah
5.3 Menentukan tindakan yang tepat
5.4 Memperhitungkan resiko
6.1 Menciptakan hubungan kerja harmonis
6.2 Melakukan komunikasi interaktif
6.3 Menghargai pendapat rekan kerja
7.1 Memberdayakan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan sumber daya alam
7.2 Mengadministrasikan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan sumber daya alam
8.1 Memantau pekerjaan staf
8.2 Menilai proses dan hasil kerja
8.3 Melaporkan hasil penilaian
8.4 Memberikan umpan balik
9.1 Mengidentifikasi sumber konflik
9.2 Mengidentifikasi alternatif penyelesaian
9.3 Mengupayakan kekompakan
9.4 Menggali pendapat-pendapat
9.5 Memilih alternatif terbaik
10.1 Mengkoordinasikan penyusunan laporan
10.2 Mengendalikan penyusunan laporan
B. Dimensi Kompetensi Teknis Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
Kompetensi
Kompetensi
Sub Kompetensi
Subkompetensi
1. Melaksanakan administrasi kepegawaian
2. Melaksanakan administrasi keuangan
3. Melaksanakan administrasi keuangan
4. Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana
5. Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat
6. Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan
7. Melaksanakan administrasi kesiswaan
8. Melaksanakan administrasi kurikulum
9. Melaksanakan administrasi layanan khusus
10. Menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Menginterpretasikan pokok-pokok peraturan kepegawaian
1.1 Membantu melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian
1.2 Membantu merencanakan kebutuhan pegawai
1.3 Menilai kinerja staf
2.1 Membantu melaksanakan peraturan keuangan yang
berlaku
2.2 Membantu menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan
Belanja Sekolah/Madrasah (RAPBS/M)
3.1 Menginterpretasikan peraturan administrasi sarana dan prasarana
3.2 Membantu menyusun rencanakebutuhan
3.3 Membantu menyusun rencanapemanfaatan sarana operasionalsekolah/madrasah
3.4 Membantu menyusun rencanaperawatan
4.1 Membantu kelancaran kegiatan komite sekolah/madrasah
4.2 Membantu merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders)
4.3 Membantu membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga masyarakat
4.4 Membantu mempromosikan sekolah/madrasah dan mengkoordinasikan penelusuran tamatan
5.1 Menginterpretasikan peraturan kesekretariatan
5.2 Membantu melaksanakan program kesekretariatan
5.3 Membantu mengkoordinasikan program Kebersihan, Kesehatan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan, Kekeluargaan, dan Kerindangan (7K)
5.4 Menyusun laporan
6.1 Membantu penerimaan siswa baru
6.2 Membantu orientasi siswa baru
6.3 Membantu menyusun program pengembangan diri siswa
6.4 Membantu menyiapkan laporan kemajuan belajar siswa
7.1 Membantu menyiapkan administrasi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar Penilaian
7.2 Membantu mendokumentasikan Standar Isi, Standar
Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar
Penilaian
8.1 Mengkoordinasikan tenaga layanan Penjaga Sekolah/ Madrasah, Tenaga Kebersihan, Tukang Kebun, Pengemudi , dan Pesuruh
8.2 Membantu mengkoordinasikan program layanan khusus
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Bimbingan Konseling
(BK), Laboratorium/bengkel, dan Perpustakaan
9.1 Memanfaatkan TIK untuk kelancaran pelaksanaan administrasi sekolah/madrasah
9.2 Menggunakan TIK untuk mendokumentasikan administrasi sekolah/madrasah
10.1 Mengoperasikan peralatan kantor/komputer
10.2 Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dankurikulum
C. Dimensi Kompetensi Teknis Pelaksana Urusan Administrasi SD/MI/SDLB
Kompetensi
Subkompetensi
1. Melaksanakan administrasi sekolah/madrasah
2. Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Melaksanakan administrasi kepegawaian
Melaksanakan administrasi keuangan
Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s