Aku ga mau jadi pendiam

Sudah terkenal dimana2, haha artis nih, bukan. Aku dikenal anak pendiam. Aku jarang sekal yang namanya ngobrol. Sampai-sampai sama kedua orang tuaku aku jarang ngobrol apa lagi dengan bapaku.
ini mungkin sejak kecil aku ga diajarin ngobrol ya, atau karena “kan watak orang berbeda”.
Tapi aku ga mau ah jadi pendiam kayakya sangat terasingkan. Aku coba googling aku nemuin artikel dari kompas,
Jangan ragu untuk
memperluas relasi kerja. Jika
ada kesempatan, mulailah
bicara dengan teman kerja,
bahkan yang tidak
berhubungan dalam pekerjaan sehari-hari. Photo: shutterstock KOMPAS.com – Mungkin terlihat sepele, tetapi
pembicaraan bisa jadi hal
yang menyeramkan untuk
orang yang pemalu. Karena
memulai pembicaraan dengan
orang yang sama sekali asing bagi sebagian orang
adalah hal yang
mendebarkan. Berikut
adalah tips untuk memulai
percakapan, ketika suasana
sudah mulai garing dan Anda bisa mendengar helaan
napas seseorang di sebelah
Anda itu. Mulai dari yang kecil Ada saat ketika Anda tak
punya pilihan untuk memulai
percakapan dengan orang
yang ada di sebelah Anda.
Misal, saat makan siang,
yang sudah tiba di ruang makan baru Anda dan salah
satu pegawai yang sudah
lebih lama bekerja di sana.
Hal semacam ini sebenarnya
merupakan kesempatan bagi
Anda untuk menambah kenalan. Yang perlu
ditanamkan dalam pikiran
Anda adalah untuk tidak
menilai bicara dengan rekan
kerja sebagai tugas yang
berat. Hal ini akan membuat tekanan di pikiran Anda
teralihkan. Jadilah diri Anda
sendiri. Sue Thompson, pelatih
etiket dari Set Free Life
Seminars menyarankan Anda
untuk menggunakan aturan
3 bulanan. Dalam arti,
mulailah dengan sesuatu yang pernah Anda kerjakan
dalam waktu 3 bulan
terakhir atau perencanaan
yang ingin Anda lakukan
dalam 3 bulan ke depan.
Akan lebih baik jika dalam kegiatan tersebut orang
yang diajak bicara juga
terlibat. Namun, jika tidak,
pembicaraan mengenai
sesuatu mengenai Anda pun
sudah cukup. Misal, rencana untuk mengecat ulang
rumah, rencana untuk
berlibur, atau rencana
lainnya. Selain akan
membuat Anda merasa
nyaman untuk membicarakan topik ini,
orang yang diajak bicara
pun bisa menyampaikan
pendapat atau
pengalamannya mengenai hal
tersebut. Lynne Eisaguirre, penulis We
Need to Talk: Tough
Conversations With Your
Boss, menyarankan untuk
mengajukan pertanyaan
terbuka. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan-
pertanyaan yang dimulai
dengan siapa, apa, di mana,
dan kapan. Pertanyaan-
pertanyaan ini akan
mengalirkan pembicaraan ketimbang pertanyaan yang
bisa dijawab hanya dengan
“ya” atau “tidak”. Percakapan adalah jembatan
untuk hubungan yang lebih
erat antara dua orang. Usir
godaan untuk duduk diam
seribu bahasa padahal ada
orang di dekat Anda. Selalu usahakan untuk
menciptakan pembicaraan.
Hubungan kerja Anda adalah
kesejahteraan Anda di
tempat kerja. Dengarkan Percakapan berisi dari
dialog. Ketika satu orang
sedang bicara, yang lainnya
mendengarkan. Jika tidak,
yang ada hanyalah dua
orang yang menunggu giliran berbicara, dan tak ada
pertukaran ide.
Mendengarkan dalam sebuah
percakapan, sama
pentingnya dengan bicara,
terang Lynne Sarikas, direktur MBA Career Center
di Northeastern University’s
College of Business
Administration. Ada ujar-ujar yang
menyatakan, “Ada alasan
mengapa manusia memiliki 2
telinga dan 1 mulut; yakni
agar kita bisa
mendengarkan lebih sering ketimbang bicara”.
Tunjukkan rasa hormat
kepada lawan bicara Anda
dengan mendengarkan
seksama apa yang mereka
katakan. Caranya, dengan mengerti ucapan mereka,
baik dengan ucapan
mengulang kata terakhir
mereka, atau dengan
anggukan sudah cukup
sopan. Lontarkan pertanyaan untuk membuat
mereka menyadari, bahwa
Anda menyimak omongannya.
Sebut namanya. Jangan
menginterupsi ketika
mereka bicara. Hanya karena seseorang
memiliki jabatan lebih tinggi
dari Anda, tak berarti Anda
harus belajar segalanya lagi
dari awal. Hanya diperlukan
sedikit kepercayaan diri untuk mau berusaha bicara
dengan orang lain. Berikut tips untuk
mengingatnya: * Bicarakan tentang
sesuatu yang Anda ketahui
Untuk memulai pembicaraan,
Anda bisa menggunakan
topik pekerjaan, keluarga,
hobi, atau peristiwa terbaru (asal tak terlalu
kontroversial). Biarkan
pembicaraan mengalir dari
sana. * Dengarkan
Pastikan Anda mengijinkan
orang lain untuk bicara.
Jangan lupa untuk
memerhatikan arah
pembicaraan. Jika mereka terlihat atau terdengar tak
tertarik untuk
membicarakan topik seputar
pekerjaan, tapi terlihat
tertarik saat Anda
menyebut akan mengadopsi anak anjing, ikuti arahnya. * Personal
Dalam pekerjaan, tak jarang
Anda harus berhadapan
dengan orang yang sama
berulang-ulang. Hal ini
memang bisa mempererat hubungan. Tetapi
sayangnya, hal ini juga
membatasi Anda untuk
mengenal kolega yang lain.
Jika Anda kebetulan memiliki
kesempatan berada dalam lokasi yang sama dengan
seseorang yang belum Anda
kenal di kantor, gunakan
kesempatan tersebut
sebaik-baiknya.
Berkenalanlah dengan orang tersebut untuk memperluas
kontak Anda. * Memulai percakapan
Jangan malu untuk membuka
percakapan dengan teman
sekantor. Tak pernah ada
salahnya, asal Anda tak
mengatakan hal-hal yang mengganggunya. Siapa tahu
dengan percakapan kecil
beberapa menit tersebut,
Anda bisa bekerja sama dan
saling membantu di masa
depan.

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s